Kamis, 17 Januari 2013

Artikel : Mengapa Visi Misi menjadi Jargon Kosong?


MENGAPA VISI DAN MISI MENJADI JARGON KOSONG?

Oleh :  ASMARA JUANA SUHARDI, ST., S.IP. )*

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) 2012, terdapat 49 (empat puluh Sembilan) kabupaten/kota di 26 (dua puluh enam) Provinsi yang akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) dalam waktu dekat ini. Selain itu, dari 115 (seratus lima belas) kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada tahun 2011, terdapat 3 (tiga) kabupaten/kota yang akan menyelanggarakan Pilkada putaran ke-2 tahun 2012 ini, yakni Kabupaten Bengkulu Tengah (Prov. Bengkulu), Kabupaten Maluku Tenggara Barat (Prov.Maluku) dan Kabupaten Jayapura (Prov. Papua), juga ada 3 (tiga) kabupaten/kota yang berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi 2010 harus menyelenggarakan Pilkada ulang tahun 2012 ini, yaitu Kabupaten Pati (Jateng), Kabupaten Buton (Sulawesi Tenggara) dan Kabupaten Kepulauan Yapen (Papua).

Rabu, 02 Januari 2013

Artikel : Menjadi Pendengar Yang Baik


 Menjadi Pendengar Yang Baik

Oleh : (AJ SUHARDI)*


          Komunikasi (communication)  tidak  lain  merupakan   proses interaksi dalam penyampaian pesan atau informasi dari seseorang/kelompok/organisasi/pemerintah/dll kepada pihak lain dengan mengunakan media dan cara-cara tertentu untuk mencapai kesamaan arti melalui pesan-pesan simbolik. Keberhasilan dan kegagalan dalam berkomunikasi, sangat ditentukan oleh keberadaan unsur-unsur komunikasi itu sendiri, antara lain; pembicara/communicator, pesan/content,  interaksi/interaction, media/the use of media, pendengar/komunikan, umpan balik/feed back dan kepercayaan/trust.

Rabu, 02 Mei 2012

Artikel : Kebangkitan Generasi Imitasi


KEBANGKITAN GENERASI IMITASI

Oleh : ASMARA JUANA SUHARDI, ST.,S.IP)*

 Kopi Annan (Sejen PBB dekade 1997-2006), dalam pidatonya tentang UNESCO di New York (2002), menekankan bahwa sumber utama kemiskinan di dunia ini, sesungguhnya disebabkan oleh faktor ‘ketidak-terdidikan’ manusia.  Kata  Annan, Suatu bangsa yang tidak menomor-satukan aspek pendidikan secara benar, sama dengan menghantarkan rakyatnya menuju jurang kehancuran dan sulit untuk bangkit dari  status sebagai bangsa terbelakang.